23.9 C
Kendari
Sunday, July 21, 2024
spot_img

Kembangkan Tanaman Kopi dan Kakao, ANTAM Gandeng PeTani Sultra Latih Warga Sopura

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan Lembaga Peduli Tani (PeTani) Sultra menggelar pelatihan budidaya tanaman Kakao dan Kopi di desa Sopura, kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka.

Direktur Lembaga PeTani Sultra, Junaedi mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salahsatu roadmap program Kebun Edukasi untuk budidaya tanaman Kakao dan Kopi melalui dana CSR ANTAM UBPN Sultra di desa Sopura. Program ini mulai berjalan sejak tahun ini hingga tiga tahun mendatang.

Menurutnya, Kakao dan Kopi merupakan tanaman yang telah lama dikenal luas oleh masyarakat. Tahun 1998, merupakan masa kejayaan Kakao, dimana harganya saat itu mencapai Rp20 ribu rupiah per kilogram. Hal ini berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat dengan cepat.

“Bahkan saat itu, kabupaten Kolaka dikenal sebagai penghasil dollar karena melejitnya harga Kakao ini,” kata Junaedi dalam sambutannya di acara pelatihan budidaya tanaman Kakao dan Kopi di Rumah Belajar Masyarakat (RBM) ANTAM UBPN Sultra di desa Sopura, Senin (15/11/2021).

Namun sejak munculnya penyakit seperti hama Penggerek Buah Kakao (HPK) di tahun 2005, produktivitas tanaman ini mulai menurun drastis hingga 75 persen jika dibandingkan dengan kondisi tahun 1990.

Menurut dia, penyebab turunya harga Kakao di Kolaka antara lain karena usia tanaman yang sudah tua dan tidak produktif lagi, hama dan penyakit serta kesuburan tanah yang mulai menurun akibat penggunaan pupuk kimia.

Demikian pula dengan tanaman Kopi. Di kalangan petani, Kopi masih menjadi tanaman selingan, belum dijadikan sebagai tanaman yang dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Saat ini, tanaman Kopi masih belum terkelola dengan baik, sementara kebutuhan masayarakat akan bubuk Kopi semakin tinggi.

Rendahnya produktivitas kedua tanaman ini, menurut Junaedi, mendorong pihaknya bersama ANTAM untuk menginisiasi program percontohan melalui Kebun Edukasi budidaya tanaman Kakao dan Kopi.

Program ini direncanakan akan memberikan pendampingan kepada masyarakat melalui internvensi kepada kelompok pengelola kebun edukasi, menyiapkan sarana kebun, meningkatkan kapasiatas petani melalui pelatihan serta menyiapkan fasilitas pemasaran produk hasil tanaman Kopi dan Kakao.

Pelaksanaan program ini melibatkan pemerintah desa, masyarakat dan kelompok pengelola. Harapannya, agar masyarakat dapat mereplikasi program ini di lahan mereka sendiri, termasuk menyingkronkan penganggarannya melalui Program Dana Desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintah Desa Kecamatan Pomalaa, Laode Ndikodi mengatakan, program ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Pomalaa, terutama di desa Sopura yang memiliki lahan tidur sangat luas.

Terlebih lagi, kakao atau coklat sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kolaka, karena beberapa tahun lalu pemerintah daerah sudah mendeklarasikan diri sebagai daerah penghasil kakao terbesar. Sayangya, komoditi ini tidak lagi menjadi primadona karena banyak petani yang tidak lagi menanam kakao.

Dia berharap, pelatihan ini dapat menjadi motivasi bagi petani untuk mulai membudidayakan kembali kakao sebagai tanaman unggulan daerah.

Hal yang sama juga dikemukakan Kepala Desa Sopura, Patongai. Menurutnya, lahan tidur di desa ini masih sangat luas sementara tingkat pendapatan ekonomi masyarakat masih di bawah rata-rata. Dia menyampaikan apresiasinya kepada ANTAM dan Lembaga PeTani yang telah menggagas program kebun edukasi ini di desanya.

Dia juga berharap, peserta pelarihan ini bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di kebun-kebun milik mereka, tentu dengan pendamping yang akan dilakukan oleh Lembaga PeTani selama tiga tahun ke depan.

Comdev Department Head PT ANTAM Tbk UBPN Sultra, Anggoro Dwi Saputro yang secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut mengungkapkan bahwa, Kakao dan Kopi merupakan salah satu tanaman unggulan di Sultra. Dalam 4 tahun terakhir, Sultra selalu menjadi 4 besar sebagai daerah penghasil kopi di Indonesia. Sayangnya, dari tahun ke tahun, hasil produksi ini terus menurun.

Sementara itu, desa Sopura memiliki potensi sumberdaya alam yang cocok menjadi lokasi budidaya tanaman kopi dan kakao.

Dia berharap, program ini dapat mendorong tingkat pendapatan ekonomi masyarakat melalui budidaya tanaman ini, karena masyarakat nantinya akan mendapatkan pendampingan jangka panjang.

“Program ini akan mengaplikasikan inovasi budidaya Kakao dan Kopi yang dianjurkan oleh pemerintah,” kata Anggoro.

Selain program kebun edukasi, ANTAM juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa Sopura melalui program pendampingan bagi nelayan pesisir yang bekerjasama dengan Yayasan Bahari. (AS)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles