24.2 C
Kendari
Thursday, April 18, 2024
spot_img

Perayaan HPN di Kendari, PWI Pusat Adakan Klinik Penulisan Kebudayaan

SIBERKITA.COM, KENDARI – PWI Pusat akan menggelar “Klinik Penulisan Kebudayaan” di tengah-tengah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kendari Sulawesi Tenggara. Tujuannya untuk membantu para penulis, wartawan, mahasiswa, guru dan lainnya, yang bercita-cita menjadi wartawan/penulis seni budaya yang berkompeten.

Acara ini nantinya akan digelar pada tanggal 7 Februari 2022, mulai pukul 15.00-17.00 WITA di RRI Kendari. Narasumbernya terdiri dari para wartawan dan penulis senior yang telah puluhan tahun malang melintang di bidangnya.

Mereka adalah, Ninok Leksono, wartawan senior yang juga Rektor Universitas Multimedia Nusantara. Dia akan berbagai pengalaman sekitar bagaimana menulis seni budaya, dan bedanya dengan menulis bidang lain.

Akan hadir pula Agus Dermawan T, yang nanti berbagi kiat-kiat menjadi penulis (lepas) budaya dan seni di berbagai koran, majalah, online terkemuka Tanah Air, serta Tri Agung Kristanto, Wapemred Kompas yang kini menjadi pengurus Dewan Pers (2022 – 2025) akan membedah peta media massa vs media sosial masa kini dan masa depan.

Klinik yang akan dipandu oleh wartawan senior Yusuf Susilo Hartono, juga akan menghadirkan Nungki Kusumastuti, Dosen Institut Kesenian Jakarta, sekaligus seorang penari dan bintang film. Ia akan berbagai pengalamannya sering diwawancarai wartawan, kemudian membaca hasil tulisannya yang dimuat di media massa maupun siber.

“Namanya juga klinik, pada bagian awal akan menampung ‘keluhan’ peserta tentang ‘penyakit’ yang diderita selama menjadi wartawan/penulis seni budaya di daerahnya masing-masing. Layaknya para dokter, setelah nara sumber mendengarkan baik-baik, akan mencoba memberikan terapi dan ‘obat’, ” tutur Yusuf Susilo Hartono dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat untuk Bupati/ Wali Kota, yang menggelar acara ini.

Yusuf menambahkan, di balik hajat Anugerah Kebudayaan PWI Pusat untuk Bupati/Wali Kota, terdapat dua hal terkait pers, maupun dunia tulis menulis tentang kebudayaan. Pertama, membangkitkan rasa tanggung jawab wartawan/media maupun penulis lokal pada pemajuan kebudayaan di daerahnya masing-masing, Kedua, karena kebudayaan itu dinamis, maka wartawan/ media maupun penulis ditantang untuk terus menerus berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

Mengingat masih dalam suasana pandemi Covid, peserta klinik secara luring dibatasi 50 orang. Bagi para wartawan, penulis, guru, mahasiswa, dll., yang berminat mengikuti acara ini silakan WhatsApp ke Willy (081283375959), Efendi (08114040024), atau Wina (08128207896) dengan menyebutkan nama, nomer kontak, media, instansi, kampus, dll.. Jika kuota sudah terpenuhi, panitia akan menutup pendaftaran tanpa memberi tahu lebih dahulu.(AS)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles