30 C
Kendari
Friday, May 24, 2024
spot_img

ANTAM dan YARI Panen Udang Budidaya Vaname Sistem Bioflok di Desa Sopura

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Yayasan Bahari (YARI) menggelar panen udang vaname hasil budidaya dengan sistem bioflok di desa Sopura, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawasi Tenggara (Sultra), Sabtu (27/5/2022).

Manajer CSR ANTAM UBPN Sultra, Maemanah mengatakan bahwa udang vaname tersebut merupakan salah satu sasaran program CSR ANTAM UBPN Sultra yang dilasanakan bersama YARI melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir. Kata dia, program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai tahun 2020, kemudian dilanjutkan phase program kedua, yakni tahun 2021 sampai tahun 2024.

Sementara itu, Koordinator Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir kerjasama YARI dan ANTAM, Abdul Wahab mengungkapkan, selain sebagai salah satu alat untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, pembuatan budidaya udang vaname dengan sistem bioflok ini juga bertujuan untuk melihat kuliatas air laut yang ada di pesisir kecamatan Pomalaa.

“Uji coba ini menjadi hal yang sangat penting untuk mengukur kualitas air laut di pesisir Pomalaa sebagai tolak ukur bagi YARI untuk melanjutkan program-program pemberydayaan lainnya di Pomalaa,” kata Wahab.

Wahad menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat, selama ini petani tambah di pesisir Pomalaa selalu mengeluhkan banyaknya penyakit yang menyerang bibit budidaya mereka. Hal ini tidak lepas dari kondisi wilayah kecamatan Pomalaa yang dikepung oleh aktivitas pertambangan nikel, kemungkinan besar kualitas perairan pesisirnya juga akan tercemar.

“Untuk menguji hal ini, kami membuat program budidaya udang vaname sistem bioflok serta membandingkan hasilnya dengan udang yang dibudidaya oleh masyarakat secara konvensional. Dari hasil perbandingan ini diperoleh gambaran bahwa udang yang dibudidaya secara konvensional lebih rentan terhadap penyakit. Sedangkan udang yang dibudidaya dengan sistem bioflok dapat tumbuh secara sehat dan memiliki kualitas yang baik,” ujar Wahab.

Di tempat yang sama, Camat Pomalaa Mirdan Athar mengapresiasi gagasan ANTAM mengembangkan budidaya udang vaname sistem bioflok sebagai sasaran program CSR. Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengenal budidaya tambak secara konvensional. Namun dengan program yang dilaksanakan bersama YARI itu dapat menambah pengetahun masyarakat tentang metode budidaya udang vaname yang lebih baik dan hasilnya juga jauh lebih menguntungkan, karena kualitasnya sangat baik.

Sistem bioflok ini sangat mudah diterapkan oleh masyarakat di kecamatan Pomalaa, karena metodenya sangat mudah dipahami. Selain itu, budidaya sisem bioflok juga dapat diaplikasikan meski di lahan yang sempit, serta kebutuhan akan air laut juga tidak terlalu besar.

“Terlebih lagi, usaha budidaya udang ini sudah menjadi mata pencaharian yang paling diminati masyarakat. Untuk itu, saya merekomendasikan kepada kepala desa dan kepala lurah agar dapat mensosialisasikan tehnik budidaya ini kepada masyarakat,” ujar Mirdan Athar.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles