25 C
Kendari
Friday, May 24, 2024
spot_img

Jadwal Seleksi Tidak Jelas, Pansel Direksi Perusda Kolaka Menuai Kecurigaan

SIBERKITA.COM, KOLAKA–Itikad Panitia Seleksi (Pansel) calon direksi PD Aneka Usaha/Perusda Kolaka untuk menuntaskan tugas mereka kembali dipertanyakan oleh beberapa kalangan.

Sebelumnya Bupati Kolaka Ahmad Safei menyatakan heran atas lambannya proses seleksi calon direksi Perusda. Kini berbagai elemen masyarakat pun menyatakan hal serupa.

Setelah sebelumnya Ketua LSM LIDER Sultra Herman Syahruddin menilai Pansel “mandul”, kali ini Wahana Rakyat Indonesia (WRI) Kolaka menyatakan hal serupa.

“Ini sudah tidak masuk akal. Tahapan yang selalu molor membuat curiga, ada apa di balik itu. Kalau bupati sudah menyatakan keheranannya berarti memang ada yang tidak beres,” kata Ketua WRI Amir Kaharuddin, Kamis (25/5/2022).

Menurut Amir, indikasi adanya muatan kepentingan untuk meloloskan calon tertentu dengan modus mengulur-ulur jadwal tahapan seleksi, sangat terasa.

“Pansel pasti punya pedoman penilaian yang jelas. Semua ada ukurannya tidak mungkin asal kerja. Harus mengacu pada maksud dan tujuan dilakukannya seleksi. Karena itu Pansel harus lurus. Kalau ada (calon) yang tidak memenuhi standar penilaian ya harus gugur. Ukurannya layak atau tidak layak. Itu saja,” tegasnya.

“Tapi kenyataannya kan kita melihat bahwa sejak awal semua tahapan seleksi berjalan lambat. Banyak penundaan tanpa alasan yang jelas dan masuk akal. Ada apa. Itu yang harusnya bisa dijelaskan oleh Pansel,” tambahnya.

Selain mempertanyakan itikad baik Pansel menuntaskan tugas mereka, Amir juga mengaku heran dengan sikap bupati yang menurutnya ambigu dalam bersikap.

“Pak bupati kan punya kewenangan mengevaluasi kinerja Pansel yang dibentuknya, tapi kenapa sampai sekarang tidak terlihat langkah konkrit seperti itu. Setidaknya memanggil, menegur Pansel. Lagian sampai kapan tugas direksi dijalankan oleh seorang pelaksana,” tegasnya.

Tanpa bermaksud menuduh ada kepentingan politik atau unsur lain, Amir mengingatkan, Pansel harus siap dengan berbagai tudingan jika sampai akhir Mei belum ada penetapan calon direksi yang disampaikan kepada bupati.

“Semua berhak curiga. Jadi jangan lagi bermain kata-kata dengan berbagai macam alasan. Buktikan bahwa Pansel memang bekerja dengan tujuan dan tolok ukur yang jelas. Salah satunya dengan menghasilkan calon direksi yang benar-benar kapabel dan jejak integritasnya layak dipertimbangkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pansel calon direksi PD Aneka Usaha dibentuk oleh Bupati Kolaka selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) pada pertengahan Februari 2022 lalu.

Komposisi kepanitiaan tersebut terdiri dari seorang ketua, sekretaris, dan tiga orang anggota. Kelima orang itu yakni Poitu Murtopo (ketua), Hasimin (sekretaris), Hakim Nur Mampa, Askari, dan Rais Galu.

Kelimanya mewakili unsur birokrasi, profesi, tokoh masyarakat karena pengalamannya, dan dari kalangan akademisi.

Sejak awal terbentuknya Pansel calon direksi Perusda, riak selalu bermunculan. Riak tersebut diantaranya menyangkut kapabilitas, keterwakilan unsur personal, hingga molornya berbagai tahapan seleksi.

Terkait molornya semua tahapan seleksi, Bupati Kolaka Ahmad Safei bahkan sempat menyatakan heran dengan hal itu.

“Sampai sekarang saya belum menerima laporan. Apa kendala yang dihadapi tim seleksi. Saya juga heran kenapa pemilihan direksi molor begitu.,” ujar Safei beberapa waktu lalu.(eat)

Bakal Calon Direksi PD Aneka Usaha Kolaka :

— Gunawan Wibisono
– Awal Riadi Yulianto
– Efrin Saputra
— Abdul Malik
– Jumas Didung
– Armansyah
– Muh. Taufiq Edwar
– Asman Aras
– Sarlin

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles