23.2 C
Kendari
Monday, May 20, 2024
spot_img

Pelaku Pembunuhan Pegawai Pengadilan Agama Kolaka Ditangkap di Bone

SIBERKITA.COM, KOLAKA–Kepolisian Resor Kolaka akhirnya merilis kasus pembunuhan terhadap Firdaus (37), seorang tenaga honorer di kantor Pengadilan Agama Kolaka yang mayatnya ditemukan di kawasan wisata Tanjung Kaju Angin, Desa Liku, kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Rabu (22/6/2022) lalu.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Kolaka, Kapolres Kolaka AKBP Reza Ramadianshah menyatakan bahwa pihaknya telah menetapkan  “Z” sebagai tersangka pelaku.

Tersangka Z ditangkap oleh tim Buser Polres Kolaka pada hari Minggu (26/6/2022) lalu di kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Tersangka kita tangkap di rumah keluarganya di Bone,” ungkap Reza di hadapan wartawan.

Secara garis bersar  Kapolres Reza Rahmadianshah mengungkapkan, pembunuhan terhadap Firdaus bermula dari  “cinta segitiga” antara pelaku Z,  seorang wanita yang diidentifikasi bernama “In’,  dan Firdaus.

Dari keterangan sementara yang berhasil dikorek dari tersangka Z dan saksi  “In”,  terbunuhnya Firdaus bermula dari pertemuan  mereka di kawasan Wisata Kuliner, kelurahan Tahoa, Kecamatan Kolaka pada Minggu malam (19/6/2022) sekira pukul 21.30 wita.

Ketika itu korban sedang bersama saksi “In”  di kawasan wisata kuliner. Saat bersamaan  tersangka Z melintas dan melihat korban dan “In” sedang berduaan.

Pada pertemuan yang tidak direncanakan itulah tersangka dan korban terlibat pertengkaran, dan berakhir dengan perkelahian.

Pada perkelahian itu, korban terjatuh ke laut. Dan ketika melihat korban jatuh di air, pelaku  langsung turun ke air, dan perkelahian pun berlanjut.

Saat perkelahian di air itulah pelaku kemudian menghujamkan 3 tusukan badik di tubuh korban sehingga menyebabkannya meregang nyawa.

Atas perbuatannya, tersangka Z akan dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Lebih jauh Kapolres menjelaskan, untuk sementara tersangka Z akan dijerat dengan sangkaan pembunuhan biasa tanpa didahului perencanaan.

“Jadi itu pembunuhan biasa,” tambahnya.

Mengenai kemungkinan keterlibatan pihak lain, Reza menegaskan bahwa pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih mendalam.

Saat berlangsungnya konferensi pers, puluhan orang, termasuk istri dan saudara korban menggelar aksi protes di depan SPK.

Mereka mendesak polisi melakukan pengusutan lebih mendalam mengenai kemungkinan keterlibatan pihak lain, serta motif yang mendasarinya.

Keluarga korban menduga pembunuhan terhadap Firdaus bukan tanpa perencanaan. Itu didasari beberapa bukti yang terlihat di tubuh Firdaus.(eat)

 

 

 

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles