25 C
Kendari
Friday, May 24, 2024
spot_img

Bukan Tanggul PT Ceria yang Jebol, Limpasan Air di Wolo karena Tersumbatnya Gorong-Gorong

Laporan: Abdul Saban

 

SIBERKITA.COM, KOLAKA – Manajemen PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) memastikan limpasan air yang menggenangi ruas jalan trans Sulawesi di Kecamatan Wolo, kabupaten Kolaka baru-baru ini diakibatkan oleh luapan air drainase karena tersumbatnya gorong-gorong.

Direktur Operasional PT Ceria Nugraha Indotama, Yusram Rantesulu menjelaskan, limpasan aliran air pada permukaan jalan poros trans sulawesi depan jalur jalan masuk PT CNI sepanjang kurang lebih 20 meter diakibatkan curah hujan deras yang terjadi pada Senin (08/05/2023).

“Adanya air limpasan yang terjadi di jalan poros, akibat terjadinya sumbatan gorong-gorong dan drainase yang berkapasitas kecil yang tidak dapat menampung deras hujan serta adanya kegiatan proyek pekerjaan pelebaran jalan poros wolo trans Sulawesi yang masuk dalam WIUP PT CNI,” kata Direktur Operasional PT Ceria Nugraha Indotama, Yusram, kepada SIBERKITA.COM, Selasa (09/05/2023).

Penyataan Yusram ini muncul menyusul adanya video banjir di kecamatan Wolo yang beredar diterbitkan di salah satu media online dengan judul “Diduga Kolam Pengendapan PT CNI Jebol, Empat Desa dan Jalan Trans Kena Dampak”.

Menurut Yusram, berita video tersebut terkesan tendensius, beropini dan tidak memiliki sumber yang jelas. Sehingga tudingan yang dialamatkan kepada PT CNI tidak benar dan mengada-ada.

Yusram membantah pemberitaan yang menyatakan bahwa banjir di empat desa dan dua kelurahan di Kecamatan Wolo tersebut akibat jebolnya kolam pengendapan PT CNI. Sebab fakta di lapangan, tanggul sedimen pond PT CNI masih utuh dan sama sekali tidak jebol.

“Adanya anggapan bahwa banjir itu terjadi akibat jebolnya tanggul sedimen pond PT CNI, itu tidak benar dan merupakan suatu kesimpulan (opini). Kerena faktanya saat pengecekan lapangan pada empat desa dan 2 kelurahan yang diberitakan terdampak, ternyata tidak mengalami dampak dari kejadian pada tanggal 8 Mei 2023 itu,” ungkap Yusram.

Dia mengungkapkan, salah satu penyebab banjir tersebut karena adanya pekerjaan proyek preservasi jalan Wolo-BTS- Kota Kolaka. Terkait hal ini, pihak PT CNI telah bersurat kepada Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sultra tertanggal 14 Oktober 2022, perihal permohonan diskusi drainase di STA 39-311 dan STA 44–834, dimana sebelumnya telah dilakukan diskusi dengan bagian Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional ( P2JN) tanggal 10 dan 11 Oktober 2022 terkait proyek pelebaran jalan tersebut.

Surat tersebut dilayangkan sebab berdasarkan pengamatan di lapangan, pada beberapa titik BTS, idealnya direncanakan untuk dibangun gorong-gorong dan drainase, sehingga dapat mengalirkan limpasan air permukaan dan struktur timbunan ruas jalan provinsi yang dibangun tidak terganggu.

“Karena belum dibangunnya gorong-gorong dengan kapasitas yang besar serta drainase ditempat itu, maka gorong-gorong dan drainae yang kecil dan belum permanen menjadi tersumbat sehingga menyebabkan terjadinya limpasan air akibat hujan deras,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Tehnik Tambang PT CNI, Alpi Cekdin menegaskan, bahwa sesuai hasil pengukuran rain gauge pada hari Minggu (7/5/2023) lalu, curah hujan terukur 130-145 mm/hari, dengan durasi hujan 4 jam 48 menit, serta perbandingan data prediksi BMKG, hujan sedang 20 – 50 mm/hari serta durasi curah hujan yang cukup intens dalam seminggu terakhir ini di kecamatan Wolo.

Sementara itu, hasil tinjauan lapangan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka pada hari Senin (8/5/2023) tidak menemukan tanggul PT CNI yang jebol, sehingga tidak memiliki dampak terhadap areal yang dilanda banjir.(*)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles