30.2 C
Kendari
Wednesday, February 28, 2024
spot_img

ANTAM dan PeTANI Sultra Fasilitasi Sekolah Lapang untuk Pengelola Kebun Edukasi Sopura


Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka bekerjasama dengan Lembaga PeTANI Sultra memfasilitasi pelaksanaan Sekolah Lapang untuk pengelola Program Kebun Edukasi di Desa Sopura, kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, sejak hari Sabtu (25/11/2023) sampai dengan Minggu (26/11/2023) yang diikuti oleh 14 orang anggota kelompok pengelola Kebun Edukasi desa Sopura.

Direktur PeTANI Sultra, Junaidin menjelaskan, program Kebun Edukasi merupakan media pembelajaran masyarakat dalam rangka mengembangkan budidaya tanaman Kakao dan Kopi di Desa Sopura.

Namun tidak terbatas bagi masyarakat Sopura saja. Dia berharap, program ini menjadi lokasi pembelajaran bagi masyarakat Kabupaten Kolaka. Karena Kopi dan Kakao merupakan tanaman familiar bagi masyarakat bumi Mekongga, namun produktifitasnya mulai menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Sehingga, ANTAM dan PeTANI Sultra menggagas program Kebun Edukasi untuk memberikan contoh pengelolaan tanaman Kopi dan Kakao dengan perlakukan yang konvensional, namun yang membedakannya, program edukasi mengajarkan petani untuk teratur memberikan perawatan dan pemeliharaan secara rutin.

Junaidin menambahkan, salah satu strategi program Kebun Edukasi adalah meningkatkan sumber daya manusia anggota kelompok pengelola tentang budidaya tanaman Kopi dan Kakao melalui Program Sekolah Lapang.

Exif_JPE

Sekolah Lapang bertujuan untuk mentransfer pengetahuan kepada masyarakat sehingga dapat mereka replikasi di lahan masyarakat masing-masing.

Menjelang tiga tahun pelaksanannya, Program Kebun Edukasi di Desa Sopura telah melaksanakan enam kali Sekolah Lapang dengan menghadirkan tim ahli sebagai narasumber.

Sekolah Lapang tahap awal dilaksanakan dengan memberikan pengenalan tanaman Kakao dan Kopi kepada anggota kelompok pengelola Kebun Edukasi.

Kemudian tahapan kedua adalah memberikan materi konservasi tanah, dimana anggota kelompok diajarkan untuk mengenal kondisi tanah serta menemukan metode pengolahannya.

Pada kegiatan Sekolah Lapang ketiga, anggota kelompok pengelola diberikan pemahaman tentang tata cara pemberian nutrisi tanaman melalui pemupukan sesuai dengan umur tanaman. Kemudian dilanjutkan pada tahap ke-empat, mereka diberi pemahaman tentang pengentasan haman tanaman.

Sementara pada pelaksanaan Sekolah Lapang ke enam dan ketujuh, para anggota kelompok pengelola diberikan materi mengenai pendalaman sistem pemeliharaan dan perawatan tanaman yang disesuaikan dengan umurnya. Kemudian pada tahapan ketujuh akan membahas tentang mekanisme rehabilitasi tanaman serta pengelolaan pasca panen.

Di tempat yang sama, Comdev Assistant Manager PT ANTAM Tbk UPBN Kolaka, Anggoro Dwi Saputro menjelaskan, Program Kebun Edukasi di desa Sopura merupakan bentuk tanggung jawab ANTAM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasinya, melalui intervensi pada sektor pendapatan rill dan pekerjaan.

Program ini difokuskan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memahami tehnik budidaya kopi dan kakao, yang selama ini dilakukan secara konvensional. Jadi pada kegiatan Sekolah Lapang ini, petani diberi ilmu tentang tehnik budidaya yang diberikan langsung oleh tim ahli Lembaga PeTANI Sultra.

Anggoro menjelaskan, memasuki tahun ketiga pelaksanaan Program Kebun Edukasi, ANTAM bersama Lembaga PeTANI juga mulai melakukan replikasi program melalui pendamping Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Sopura.

“Harapannya, bapak-bapaknya bertani kopi dan kakao secara masif, sedangkan ibu dapat menanami tomat, cabe agar memiliki kegiatan rutin yang kedepannya menghasilkan nilai ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Anggoro.

Replikasi program pada pendamping KWT Melati ini menyasar pengelolaan lahan pekarangan rumah milik masyarakat untuk ditanami dengan tanaman holtikultura.

KWT Melati desa Sopura saat ini telah mengolah lahan seluas 4000 meter persegi yang akan ditanami dengan tanaman jangka pendek, sebagai pencaharian alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Baik kelompok pengelola Kebun Edukasi maupun KWT Melati telah memiliki legalitas dari kepala desa setempat, serta telah terdaftar di Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Kolaka,” terangnya.

Dia berharap, program ini dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, utamanya Dinas Pertanian dan Hortikultura serta pemerintah desa Sopura sehingga pelaksanaannya bisa berkelanjutan. (*)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles