23.9 C
Kendari
Sunday, July 21, 2024
spot_img

Sarjono Kukuhkan Agus Salim Nahkodai PERPANI Kolaka

Laporan: Abdul Saban

SIBERKITA.COM, KOLAKA – Agus Salim resmi menjadi ketua Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kabupaten Kolaka, setelah dikukuhkan kepengurusannya oleh Ketua PERPANI Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sarjono, Sabtu (29/6/2024).

Agus Salim menjabat ketua PERPANI Kabupaten Kolaka untuk periode 2023 sampai 2027 mendatang. Pengukuhan ini juga disaksikan Ketua Harian Provinsi Sultra Ismail Bella.

Ketua KONI Kabupaten Kolaka Andi Sulkarnain Mansur mengapresiasi pelaksanaan pengukuhan pengurus kabupaten.

Menurutnya, PERPANI menjadi cabang olahraga pertama yang dikukuhkan di daerah ini.

Di tempat yang sama, Kadis Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kolaka, Muhammad Samin Samad menyatakan dukungannya terhadap pengurus panahan Kolaka, utamanya dalam hal pembinaan atlet berprestasi.

“Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif pengurus panahan yang membangun sinergitas dengan para pihak dalam rangka menggairahkan pembinaan atlet,” kata Muhammad Samin Samad.

Sementara itu, Ketua PERPANI Kolaka Agus Salim Pamus menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya, yang telah berjasa membangun organisasi dan membina atlet.

“Kolaka lumbung atlet panahan potensial di Sultra. Inilah tantangan pengurus Perpani saat ini. Regenerasi atlet menjadi keharusan untuk dilanjutkan,” kata Agus Salim yang juga Kadis Perikanan Kolaka.

Ketua PERPANI Sultra, Sarjono dalam arahannya di acara pengukuhan itu mengajak jajaran pengurus PERPANI Kolaka untuk meningkatkan semangat kekeluargaan dan soliditas yang menjadi karakteristik organisasi ini.

“Pengorganisasian yang optimal di PERPANI Sultra terwujud berkat dedikasi dan loyalitas pengurus maupun orang tua para atlet. Semangat itulah yang luar biasa di cabang olahraga panahan,” kata Sarjono.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra ini juga mengimbau jajaran pengurus PERPANI Kolaka untuk selalu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, pihak DPRD, dunia usaha/swasta (BUMN dan BUMD).

“Keterbatasan anggaran adalah kendala klasik dalam melakukan pembinaan atlet. Inilah tantangan pengurus untuk menemukan solusi,” ujar Sarjono.(*)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles